Berita  

Tudingan Pungli Bantuan APD Untuk Sapeken, Ini Kejadian Sebenarnya

Tudingan Pungli Bantuan APD Untuk Sapeken, Ini Kejadian Sebenarnya
Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Sapeken Saat Konferensi Pers Terkait Tudingan Pungli Bantuan APD [foto/aditya]

SUMENEP, DapurRakyatNews – Forkopimka (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan) Sapeken mengadakan konferensi pers di Pendopo Kecamatan Sapeken, pada hari Selasa (13/07). Menjawab tudingan pungli pada bantuan yang diterima, untuk penanganan Covid-19.

Subscribe👉 Dapur Rakyat News TV 

Diketahui sebelumnya, Pemprov Jatim bekerjasama dengan Koarmada II TNI-AL menyerahkan bantuan berupa barang material kesehatan bagi Kecamatan Sapeken. Bantuan tersebut diberikan dalam rangka membantu penanganan Covid-19 di Kepulauan Sapeken, yaitu masker kain sejumlah 200.000 pcs, alat tes swab antigen 2.500 pcs, APD 2.500 pcs, pada Selasa (06/07) lalu.

Berdasarkan rekaman audio pada saat dilakukan Sosialisasi PPKM Darurat Covid-19 pada Sabtu (10/07) di Pendopo Kantor Kecamatan Sapeken. Sebuah media online menuding pihak Kecamatan Sapeken melakukan pungli sebesar 1,5 juta rupiah per desa, pada bantuan APD yang diserahkan kepada semua Desa se-Kecamatan Sapeken dalam acara tersebut.

Baca Juga : Hadirnya Koarmada II TNI-AL di Kepulauan Sapeken Buktikan OPD Terkait Sumenep Lelet

Menanggapi pemberitaan yang menyudutkan, Forkopimka Sapeken melakukan klarifikasi yang dihadiri oleh Plt. Camat Sapeken Jailani, S.Pd., M.Pd., Pj. Kades Sapeken Abd. Gani, Babinsa Desa Sepanjang N. Budiono mewakili Danramil Sapeken, Anggota Polsek Sapeken Chairil Anwar mewakili Kapolsek. Puskesmas Sapeken diwakili oleh Syaiful Bakri, relawan Compok Sehat Madura Masri serta sekretaris DPC J.P.K.P Sapeken Syarif Hidayat.

Plt. Camat Sapeken Jailani, S.Pd., M.Pd., dalam jumpa pers menjelaskan, bahwa tidak benar dirinya melakukan pungli seperti yang dituduhkan dalam salah satu pemberitaan di media online.

Tudingan Pungli Bantuan APD Untuk Sapeken, Ini Kejadian Sebenarnya
Plt. Camat Sapeken Jailani, S.Pd., M.Pd. Saat Memantau Langsung Pendistribusian Bantuan APD dari Pemprov Jatim [foto/aditya]
“Pada acara Sosialisasi PPKM Darurat Covid-19 di Pendopo Kantor Kecamatan Sapeken, yang sekaligus acara penyerahan bantuan dari Koarmada II dan Pemprov Jatim, saya menyampaikan kepada para Kades (Kepala desa_red) untuk ikut berpartisipasi pada pembiayaan saat merujuk Nakes dari Sapeken ke Sumenep, dan juga biaya untuk mengangkut logistik bantuan” Jelasnya.

Baca Juga : Prihatin Ekonomi Warga, Bupati Minta ‘Jung Rojung’ Putus Penyebaran Covid-19

Kemudian Jailani menerangkan, saat merujuk Nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19 ke Sumenep, semua biaya yang total berjumlah 10 juta 700 ribu rupiah, ditalangi oleh Pj. Kades Sapeken yang mengetuai paguyuban Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat se-Kecamatan Sapeken.

Hal tersebut pun dibenarkan oleh Pj. Kades Sapeken Abd. Gani yang mengatakan, atas dasar kemanusiaan maka dirinya berinisiatif menalangi biaya tersebut. Gani juga mengatakan bahwa dirinya meminta tolong kepada Jailani selaku Plt. Camat Sapeken agar dapat menyampaikan kepada Kades yang lain agar dapat ikut berkontribusi.

Ihwal tersebarnya rekaman audio saat acara Sosialisasi PPKM Darurat Covid-19 di Pendopo Kantor Kecamatan Sapeken, ternyata berasal dari Masri relawan Compok Sehat Madura di Sapeken, yang mensharenya di WAG (WhatsApp Group) Compok Sehat Madura. Masri mengaku merekam pembicaraan Jailani karena dirinya diminta untuk melaporkan kegiatan tersebut.

Baca Juga : Berikut Jenis Bansos Yang Akan Disalurkan Masa PPKM Darurat Pekan Ini

Masri juga menerangkan bahwa dirinya sudah menjelaskan di WAG Compok Sehat tentang biaya yang dimaksud pada rekaman tersebut, untuk Nakes yang dirujuk dan biaya transportasi pengangkutan logistik bantuan. Dirinya juga menyayangkan narasi pemberitaan di salah satu media online yang menuding pungli pada bantuan APD yang diberikan ke desa-desa.

“Saya tidak mengetahui bahwa apa yang saya share akan dibuat berita, karena tujuannya saya hanya men-share di WAG Compok Sehat Madura, karena saya ditunjuk sebagai relawan Compok Sehat Madura yang dimintai laporan. Saya juga tidak pernah dikonfirmasi oleh media online tersebut (yang menuding pungli pada bantuan APD di pemberitaannya_red).” Terangnya.

Pada pemberitaan tersebut juga mencantumkan komentar dari Sardi Hidayat dari J.P.K.P, yang memberikan keterangannya pada DapurRakyatNews bahwa, dirinya tidak pernah diwawancarai oleh media online tersebut.

 

Tinggalkan Balasan