SUKABUMI, DapurRakyatNews – Kementerian Sosial RI melalui PKH (Program Keluarga Harapan) yang mampu meningkatkan kesejahteraan bagi KPM (Keluarga Penerima Manfaat), salah satunya adalah di bidang pendidikan.
Subscribe👉 Dapur Rakyat News TV
Dalam PKH terdapat P2K2 (Peningkatan Pertemuan Kemampuan Keluarga) oleh pendamping PKH, untuk mengedukasi setiap KPM agar anak-anak mereka tidak putus sekolah dan memotivasi supaya meneruskan ke perguruan tinggi.
Hal itu yang dirasakan KPM PKH Nuryenti (38th), dengan putrinya Seli Nurlatifah sebagai anak pertama dari dua bersaudara, warga asal Kp. Cibuntu RT.012 / RW.005, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Selasa (6/7).
Baca Juga : Berikut Jenis Bansos Yang Akan Disalurkan Masa PPKM Darurat Pekan Ini
Kegiatan sehari-hari Nuryenti sebagai ibu rumah tangga dan suami, Suaminya Uwoh (46th), buruh tani dan pengrajin kerangka yang dijual pada nelayan Rp15.000 rupiah.
Saat menerima PKH, Seli duduk di kelas XII SMA (Sekolah Menengah Atas) Negeri 1 Simpenan, Kabupaten Sukabumi, semester akhir dan selama di SMA ia berprestasi akademik dan non akademik melalui perlombaan yang digelar Sekolah.
“Selama di sekolah dapat ranking kelas, lomba puisi dan pidato. Di semester 1 kelas XII dapat ranking ke-2 dan di semester akhir (dua) dapat ranking ke-2 serta ranking ke-2 umum (seluruh kelas XII),” tutur Seli.
Baca Juga : Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah, Diduga Langgar KIP
Sementara, Seli saat ini sudah duduk pada semester 6 di UIN (Universitas Islam Negeri) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Program Studi Perbankan Syariah. Tentu masuk UIN yaitu melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN).
Pada awal masuk kuliah, Seli dikenakan biaya Rp3.785.000 dan mengikuti beberapa tes untuk meringankan biaya kuliah, serta akhirnya lulus hingga mengurangi biaya kuliah.
“Karena awal masuk kuliah dari kampus, saya ikut tes mengaji dan seputar komputer. Ketika diumumkan alhamdulillah lulus dan sehingga biaya masuk kuliah menjadi Rp400.000 rupiah termasuk biaya per semester,” ungkap Seli.
Baca Juga : Ketika Putusan Pengadilan Diabaikan Oleh Bupati Sumenep
Cita-cita Seli terhadap keluarga akan memberikan kesejahteraan berupa membantu kedua orang tua serta membiayai pendidikan adiknya.
“Ke depan, Seli ingin membantu orang tua, membiayai kesehatan ibu dan bapak, membiayai adik sekolah, serta bapak tidak capek kerja lagi,” tandas Seli.
Namun, prestasi yang diraih Seli tak lepas dari Ery pendamping PKH yang selalu memberikan bimbingan dan motivasi kepada Nuryenti dalam kegiatan P2K2.
Baca Juga : Di Tengah Pandemi Pemdes Sumberkolak Cairkan BLT DD Tahap IV
“Melalui P2K2 mengetahui anak dari Nuryenti akan kuliah, saya dorong dan motivasi soal biaya kuliah insya allah dari mana aja dan alhamdulillah sekarang anaknya sudah semester enam dan mendapat beasiswa,” tutur Ery.





Respon (2)