Dapurrakyatnews – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat reformasi birokrasi dengan mengimplementasikan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai strategi jangka panjang dalam menciptakan birokrasi yang profesional, unggul, dan mampu bersaing.
Kebijakan tersebut tidak hanya diposisikan sebagai pemenuhan aspek administratif, tetapi menjadi investasi penting untuk membangun kualitas sumber daya aparatur yang mampu menjawab tuntutan pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Komitmen itu ditegaskan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat membuka Sosialisasi Implementasi Manajemen Talenta ASN dan Peluncuran Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMANTRA) di Kantor Bupati Sumenep, Senin (22/06/2026).
Menurutnya, pengelolaan aparatur yang tepat akan melahirkan sistem pemerintahan yang lebih efektif, responsif, serta siap menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
“Kami melalui pengelolaan sumber daya aparatur yang tepat, diharapkan mampu menciptakan sistem pemerintahan lebih efektif, responsif, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks,” kata Achmad Fauzi Wongsojudo.
Bupati menjelaskan, kualitas sumber daya manusia ASN menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan maupun pembangunan daerah. Karena itu, diperlukan sistem pengelolaan yang mampu mengidentifikasi, mengembangkan, dan menempatkan pegawai berdasarkan kompetensi, potensi, serta capaian kinerja masing-masing.
“ASN yang memiliki kompetensi tinggi jelas penempatannya secara tepat, agar mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas, serta mendorong percepatan pembangunan daerah,” tegasnya.
Ia menilai, penerapan manajemen talenta menjadi instrumen strategis untuk memastikan tersedianya aparatur dan calon pemimpin yang kompeten di setiap jenjang organisasi. Melalui pemetaan potensi dan kinerja ASN secara sistematis, pemerintah daerah dapat menyiapkan kader-kader terbaik yang siap mengisi berbagai posisi strategis sesuai kebutuhan organisasi.
“Pemerintah saat ini memerlukan ASN yang memiliki kapasitas, integritas, dan kemampuan untuk terus belajar serta menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, karena menghadapi berbagai dinamika yang berkembang, baik dari sisi teknologi, regulasi, maupun tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa ASN tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga dituntut mampu beradaptasi terhadap perubahan, berpikir kreatif, serta menghadirkan inovasi dalam setiap pelaksanaan tugas pemerintahan.
“ASN harus terus meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta membangun budaya kerja yang disiplin, inovatif, dan berintegritas, mengingat keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh sistem yang baik, tetapi kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya,” pungkasnya.
Penulis : A Junaidi
Editor : Redaksi






